Waspada Si Gorila, Bisa Bikin Ngefly

Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat bahkan secara resmi menetapkan tembakau gorila sebagai narkotika.

0
172
sumber : youtube

Tembakau gorila belakangan ramai diperbincangkan publik. Itu setelah jenis tembakau itu diduga dikonsumsi seorang pilot belum lama ini. Padahal, tembakau jenis itu sebenarnya bukan barang baru. Salah satu media, Jawa Pos pernah menelusurinya pada akhir 2015.

Melansir dari jpmm.com, Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat bahkan secara resmi menetapkan tembakau gorila sebagai narkotika.

“Sudah ditetapkan pusat. Sekarang tunggu disahkan dalam undang-undang. Sementara proses itu berjalan, kami melanjutkan pemberantasan di sini,” terang Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti.

Di kalangan pengguna, nama bekennya adalah tembakau super cap gorila. Biasanya disingkat tesu. Mayoritas pengguna adalah anak-anak muda. Sebelum mengenal tesu, mereka lebih dulu “akrab” dengan ganja. Tesu sebenarnya tidak berbeda dengan tembakau pada umumnya. Hanya, potongannya lebih kecil-kecil dan halus.

Efek fly yang ditimbulkan berasal dari bahan kimia yang dicampurkan ke tembakau tersebut. Rasa bahan kimia itu nyaris sama apabila menggunakan ganja.

Ada istilah 4.20 yang merujuk pada waktu 16.20. Bagi pengguna ganja, istilah tersebut sangat populer. Mereka mengisap daun beruas lima itu seperti ritual kala senja datang.

Harga sepoket kecil 6-8 gram dipatok Rp 300-400 ribu. Harga itu mudah dijangkau mahasiswa, tapi sulit dipenuhi pelajar. Karena itu, yang terjadi selanjutnya, para pelajar membeli lintingan seharga Rp 30 ribu.

Itulah yang dilakukan tiga pelajar yang diamankan BNNK.

“Itu sih barang murahan. Yang jual ngawur, bisa jadi palsu. Kalau asli, (efeknya, Red) cuma diam, nggak bisa apa-apa. Nggak sampai muntah,” pungkas Gagah.

LEAVE A REPLY