Jangan Takut Donor Mata

Donor Mata Tidak Bertentangan Dengan Agama

0
239

Jakarta, 17 Februari 2017

Dari hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, Indonesia telah menempati urutan kedua sebagai negara dengan jumlah terbesar penderita katarak di Asia Tenggara dibawah Eutopia. Potensi kebutaan akibat katarak terutama pada usia lanjut.

2.5% dari Usia 50an keatas di 7 Propinsi terpadat di Indonesia telah terkena katarak. Tentunya hal demikian tidak bisa dipadang sebelah mata. Pola hidup sehat menjadi faktor utama untuk mencegah penyakit tersebut.

Tanggal 4 Februari 2017 yang lalu, bertempat di Hotel Shangri-la Jakarta, LDS Charities yang berpusat di Salt Lake City, Utah – USA melaksanakan kegiatan Community Service Award.  Penghargaan ini diberikan  kepada Dr. Tjahjono Gondhowiardjo, sebagai Presiden Bank Mata Indonesia.  Penghargaan diberikan atas usaha dan memiliki program donor mata untuk membantu orang buta memiliki kesempatan  melihat kehidupan kembali.

Acara Community Service Award, sekaligus menyebarkan formulir bagi orang atau relawan yang bersedia dengan sukarela menjadi calon donor mata di Indonesia.

Jemmy Mongan selaku media speciaist LDS Indonesia, mengatakan,” Saat ini di Indonesia hampir tercatat 750.000 orang terancam kebutaan yang diakibatkan oleh penyakita katarak. Maka dengan selenggarakan Community Service Award ini, diharapkan kedepan banyak orang orang yang bersedia mendonorkan kornea matanya, untuk orang lain yang lebih indah.”

Donor Mata Tidak bertentangan dengan Agama.

Dalam Pandangan Agama Islam sendiri yang telah Fatwanya lewat Majelis Ulama Indonesia, donor mata tidak bertentangan dengan agama.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI ):” Seseorang yang semasa hidupnya berwasiat akan menghibahkan kornea matanya sesudah wafat dengan diketahui, disetujui dan disaksikan ahli warisnya, wasiat itu dapat dilaksanakan dan harus dilakukan oleh ahli bedah.”

“ Mendonorkan mata atau anggota tubuh setelah meninggal merupakan sumbangan kemanusiaan yang mulia dalam rangka memperbaiki dan memperpanjang hidup sesamanya.” ( Dirjen Binmas Katolik Depag RI ).

Jangan takut Donor Mata

Saat ini masih banyak terjadi ketidak tahuan  masyarakat, bahwa donor mata seolah olah menakutkan atau asumsi sementara bahwa dengan mendonor,maka  mata kita akan diambil  seluruhnya.

Dr. Tjahjono Gondhowiardjo selaku Presiden Bank Mata Indonesia mengatakan,” Saat ini memang perlu adanya kampaye terhadap program donor mata. Hal ini semata mata karena ketidak tahuan masyarakat tentang donor mata. Padahal donor mata sendiri hanya diambil kornea matanya saja. Mirip lensa mata yang biasa dipasang di mata. Jadi tidak seluruhnya bola mata kita diambil. Lagian saat pengambilan adalah ketika  yang bersangkutan sudah meninggal. Tentunya sudah tidak akan merasakan saat kornea matanya diambil.”

“ Kadang memang yang jadi masalah, adalah ketika si pendonor meninggal, ahli waris tidak tahu kalo orang yang meninggal tersebut telah mendonorkan kornea matanya.” Imbuh Dr. Tjahjono.

Keputusan untuk membantu sesama, buat saudara kita yang mengalami kebutaan, agar dapat melihat kehidupan yang indah tentunya butuh kampanye tentang pemahaman dan pengertian donor mata. ( cepamgaz.int)

LEAVE A REPLY